Analisis Pragmatik: Bentuk Dan Fungsi Deiksis Pada Podcast Warung Kopi (PWK) Pada Bulan September 2025

  • Tiur Tampubolon Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas HKBP Nommensen Pematang Siantar, Indonesia
  • Fransiska Aritonang Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas HKBP Nommensen Pematang Siantar, Indonesia
  • Sonia Saragih Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas HKBP Nommensen Pematang Siantar, Indonesia
  • Yuni Sinaga Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas HKBP Nommensen Pematang Siantar, Indonesia
Keywords: Analisi Pragmatik, Bentuk dan Fungsi Deiksis, Podcast warung kopi (PWK) Bulan September 2025

Abstract

Penelitian ini berjudul “Analisis Pragmatik: Bentuk dan Fungsi Deiksis pada Podcast Warung Kopi (PWK) Tahun 2025” yang bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk deiksis serta menjelaskan fungsi pragmatik yang muncul dalam percakapan pada podcast tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan menganalisis tuturan para pembicara dalam beberapa episode Podcast Warung Kopi tahun 2024. Data dikumpulkan melalui teknik simak dan catat, kemudian diklasifikasikan berdasarkan jenis deiksis, yakni deiksis persona, tempat, waktu, wacana, dan sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa deiksis persona merupakan bentuk yang paling dominan digunakan, dengan kata ganti seperti gue dan lo yang mencerminkan kedekatan dan keakraban antarpenutur. Deiksis tempat dan waktu muncul untuk memperjelas konteks ruang dan waktu percakapan, sedangkan deiksis wacana digunakan untuk menjaga kesinambungan topik pembahasan. Deiksis sosial menunjukkan kesadaran penutur terhadap status sosial atau tingkat kesopanan dalam komunikasi. Secara pragmatik, penggunaan deiksis dalam podcast ini berfungsi tidak hanya untuk menunjukkan referensi, tetapi juga sebagai strategi komunikasi yang membangun kedekatan sosial, menjaga konteks interaksi, dan memperkuat nuansa informal yang khas dalam percakapan anak muda

Author Biographies

Fransiska Aritonang, Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas HKBP Nommensen Pematang Siantar, Indonesia

Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas HKBP Nommensen Pematang Siantar, Indonesia

Sonia Saragih, Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas HKBP Nommensen Pematang Siantar, Indonesia

Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas HKBP Nommensen Pematang Siantar, Indonesia

Yuni Sinaga, Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas HKBP Nommensen Pematang Siantar, Indonesia

Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas HKBP Nommensen Pematang Siantar, Indonesia

Published
2026-02-07
DOI : https://doi.org/10.53565/pssa.v6i2.2592