Identifikasi Makna Simbolik Umpasa Pada Pernikahan Adat Batak Toba
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk Identifikasi Makna Simbolik Umpasa Pada Pernikahan Adat Batak Toba. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti mengenai makna umpasa simbolik pada pernikahan adat Batak Toba dapat disimpulkan sebagai berikut: Makna umpasa simbolik yang terdapat dalam pernikahan adat Batak Toba. Adapun makna umpasa simbolik tersebut adalah:Marsibuhabuha : Biasanya dilaksanakan pada pagi hari dengan menyertakan keluarga yang paling dekat. marsibuhabuhai merupakan acara pembuka sebelum masuk ke acara pemberkatan nikah dan acara marunjuk/pesta adat. Biasanya acara marsibuhabuhai dilaksanakan di rumah pihak pengantin perempuan jika kategori pesta adalah "alap jual/jemput jual" . Bila kategori pesta adalah "taruhon jual/antar jual" maka marsibuhabuhai akan dilaksanakan di rumah pihak laki-laki. Marsibuhabuhai biasanya dilakukan makan bersama untuk memohon agar acara adat disukseskan.Penyambutan : Sebagai makna dari penerimaan dengan sukacita pihak paranak kepada pihak parboru.Tudutudu Sipanganong : Pada saat makan kedua belah pihak akan menyerahkan tudu-tudu sipanganon masing-masing. Pihak laki-laki akan menyerahkan daging hewan utuh, sedangkan pihak perempuan akan menyerahkan ikan mas. Masing-masing pihak akan membagikan tudu-tudu sipanganon tersebut dalam bentuk jambar na margoar/bernama kepada kerabat masing-masing untuk di makan bersama-sama.Manjalo Tumpak : Tumpak dalam bahasa Indonesia bisa diartikan sebagai bantuan atau sumbangan. Tumpaini biasanya berupa uang untuk membantu meringankan beban keluarga pengantin yang telah melakukan atau menjalankan adat dalam pernikahan.Tintin marangkup : Secara harafiah berarti cincin penyatu dan biasanya dimaknai sebagai tanda kesepakatan/perjanjian antara Tulang mempelai pria dengan orangtua mempelai wanita bahwa meskipun mempelai pria menikah bukan dengan putri mereka, melainkan dengan putri dari marga lain, namun mereka akan memperlakukan mempelai wanita tersebut sama seperti putri mereka sendiri.Mangolusi : Mangulosi ialah wujud pengharapan dan doa-doa, suka cita dan rasa sayang yag disimbolkan dengan pemberian ulos yang mana ulos merupakan kain pelindung agar kelak doa-doa da harapan-harapan yang dicita-citakan kemudian akan menjadi pelindung pernikahan mereka sampai ajal menjemput
DOI :
https://doi.org/10.53565/pssa.v9i2.2548












