Analisis Kajian Ekofeminisme Dalam Novel Perempuan Yang Menunggu Di Lorong Menuju Laut Karya Dian Purnomo
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Analisis Kajian Ekofeminisme Dalam Novel Perempuan Yang Menunggu Di Lorong Menuju Laut Karya Dian Purnomo. Berdasarkan hasil analisis dari novel “Perempuan Yang Menunggu Di Lorong Menuju Laut” Karya Dian Purnomo dengan menggunakan teori Ekofeminisme menurut Vandana Shiva, ditemukan bahwa 3 prinsip tersebut tercermin secara signifikan dalam karya tersebut. Pertama, prinsip pemiskinan terhadap lingkungan, perempuan dan anak-anak tercermin melalui gambaran penderitaan akibat kerusakan alam yang berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat, khususnya perempuan. Eksploitasi lingkungan menyebabkan penurunan kualitas hidup, hilangnya sumber daya, dan ketimpangan sosial yang memperdalam penderitaan manusia. Meski berada dalam situasi sulit, tokoh-tokoh perempuan digambarkan tetap tangguh dan berjuang mempertahankan keseimbangan hidup bersama alam. Kedua, prinsip pengetahuan perempuan masyarakat adat dan pelestarian keanekaragaman hayati tampak dari peran perempuan adat yang memahami hubungan spiritual dengan alam serta menjaga kelestarian lingkungan melalui kearifan lokal. Tokoh-tokoh perempuan dalam novel menampilkan nilai-nilai penghormatan terhadap bumi dan kehidupan, sekaligus menunjukkan kesadaran ekologis bahwa menjaga alam berarti menjaga keberlanjutan manusia itu sendiri. Ketiga, prinsip kebebasan menurut perempuan chipko terlihat melalui keberanian tokoh-tokoh perempuan dalam menolak penindasan, ketidakadilan, serta praktik perusakan lingkungan. Kebebasan yang dimaksud bukan hanya kebebasan individu, tetapi juga kemampuan untuk menentukan sikap, melawan ketidakadilan, dan memperjuangkan hak atas lingkungan hidup yang bersih dan adil.Berdasarkan hasil pembahasan yang telah dipaparkan, peneliti menarik kesimpulan bahwa dalam novel “Perempuan Yang Menunggu Di Lorong Menuju Laut” Karya Dian Purnomo diperoleh 60 data yang mewakili ketiga prinsip tersebut, dengan rincian 19 data terkait pemiskinan terhadap lingkungan dan anak-anak, 14 data berkaitan dengan pengetahuan masyarakat adat serta pelestarian keanekaragaman hayati, dan 27 data menggambarkan konsep kebebasan menurut perempuan Chipko. Hal ini menunjukkan bahwa karya Dian Purnomo tidak hanya menyuarakan persoalan perempuan, tetapi juga memperlihatkan keterhubungan antara perjuangan perempuan dan keberlangsungan alam
DOI :
https://doi.org/10.53565/pssa.v8i2.2512












