Analisis Tindak Tutur Dalam Khotbah Di HKBP Johansen Tampubolon (Kajian Pragmatik)

  • Hikary Navtania Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar, Pematangsiantar
  • Marlina Agkris Tambunan Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar, Pematangsiantar
  • Immanuel Doclas Belmondo Silitonga Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar, Pematangsiantar
  • Jumaria Sirait Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar, Pematangsiantar
  • Vita Riahni Saragih Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar, Pematangsiantar
Keywords: Analisis, Tindak Tutur, Khotbah, Kajian Pragmatik

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk Analisis Tindak Tutur Dalam Khotbah Di Hkbp Johansen Tampubolon (Kajian Pragmatik) . Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah diuraikan tentang kajian semiotika parjambaran adat saur Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan terhadap Analisis Tindak Tutur dalam Khotbah di HKBP Johansen Tampubolon, Pematangsiantar, dapat disimpulkan bahwa:Tindak tutur lokusi mendominasi bagian pembukaan dan isi khotbah. Jenis tindak tutur ini digunakan pendeta untuk menyampaikan informasi faktual dan kutipan ayat Alkitab secara literal agar jemaat memahami konteks firman Tuhan dengan jelas dan objektif. Tindak tutur ini berfungsi sebagai dasar komunikasi antara pendeta dan jemaat, serta memberikan pemahaman awal terhadap isi khotbah sebelum menuju pada penafsiran moral dan spiritual. Tindak tutur ilokusi banyak muncul pada bagian inti khotbah. Tindak tutur ini meliputi fungsi direktif dan asertif. Fungsi direktif terlihat ketika pendeta mengajak, menasihati, dan memperingatkan jemaat untuk hidup sesuai kehendak Tuhan, sedangkan fungsi asertif muncul ketika pendeta menegaskan nilai-nilai iman dan kebenaran firman Tuhan. Melalui tindak tutur ilokusi, pendeta tidak hanya menyampaikan pesan, tetapi juga berupaya membangun kesadaran spiritual dan mendorong jemaat untuk bertindak sesuai ajaran iman Kristen.Tindak tutur perlokusi ditemukan pada bagian penutup khotbah dan berfungsi menimbulkan efek emosional dan spiritual terhadap jemaat. Tuturan perlokusi memengaruhi sikap dan perasaan pendengar, seperti rasa takut akan Tuhan, dorongan untuk bertobat, dan motivasi untuk memperbaiki diri. Dengan demikian, tindak tutur perlokusi memiliki peran penting dalam menggugah kesadaran dan membentuk perilaku religius jemaat.Secara keseluruhan, hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga jenis tindak tutur lokusi, ilokusi, dan perlokusi berperan penting dalam membangun komunikasi rohani antara pendeta dan jemaat. Bahasa dalam khotbah bukan hanya alat penyampaian pesan, tetapi juga sarana membentuk iman, moral, serta kesadaran religius pendengar

Author Biographies

Hikary Navtania, Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar, Pematangsiantar

Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar, Pematangsiantar

Marlina Agkris Tambunan, Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar, Pematangsiantar

Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar, Pematangsiantar

Immanuel Doclas Belmondo Silitonga, Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar, Pematangsiantar

Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar, Pematangsiantar

Jumaria Sirait, Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar, Pematangsiantar

Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar, Pematangsiantar

Vita Riahni Saragih, Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar, Pematangsiantar

Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar, Pematangsiantar

Published
2025-12-23
DOI : https://doi.org/10.53565/pssa.v9i2.2390