Analisis Deikis Dan Nilai Pendidikan Karakter Pada Novel “Perempuan Yang Menangis Kepada Bulan Hitam” Karya Dian Purnomo

  • Clara Audina Simanjuntak Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, Universitas Hkbp Nommensen Pematangsiantar, Pematangsiantar
  • Marlina Agkris Tambunan Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, Universitas Hkbp Nommensen Pematangsiantar, Pematangsiantar
  • Junifer Siregar Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, Universitas Hkbp Nommensen Pematangsiantar, Pematangsiantar
  • Jumaria Sirait Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, Universitas Hkbp Nommensen Pematangsiantar, Pematangsiantar
  • Immanuel Doclas Belmondo Silitonga Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, Universitas Hkbp Nommensen Pematangsiantar, Pematangsiantar
Keywords: Analisis Deikis, Nilai Pendidikan Karakter, Novel

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk Analisis Deikis Dan Nilai Pendidikan Karakter Pada Novel “Perempuan Yang Menangis Kepada Bulan Hitam” Karya Dian Purnomo. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data yang dilakukan pada novel Perempuan Yang Menangis Kepada Bulan Hitam karya Dian Purnomo, maka dapat ditarik kesimpulan penelitian sebagai berikut: Peneliti menemukan beberapa bentuk deiksis yang terdapat pada novel Perempuan Yang Menangis Kepada Bulan Hitam karya Dian Purnomo. Bentuk deiksis terdiri dari deiksis persona, deiksis waktu, deiksis tempat, dan deiksis sosial. Jumlah keseluruhan data yang dipaparkan oleh peneliti terdapat 448 data, yang terdiri atas : (1) deiksis persona sebanyak 350 data, (2) deiksis waktu sebanyak 47 data, (3) deiksis tempat sebanyak 15 data dan (4) deiksis sosial sebanyak 36 data. Pertama, Bentuk deiksis persona yang paling dominan adalah kata “Sa” yang merupakan bentuk deiksis persona orang pertama dengan jumlah 152 pemakaian. Kata “Sa” dalam bahasa Sumba merujuk pada diri sendiri yang berarti “saya”. Hubungan antara deiksis dalam bahasa daerah dengan bahasa Indonesia terletak pada fungsi dan bentuknya sebagai penanda konteks dalam komunikasi. Berdasarkan temuan nilai-nilai pendidikan nilai-nilai pendidikan karakter pada novel tersebut yang memiliki sebanyak 12 (dua belas) nilai pendidikan karakter Adapun 12 nilai pendidikan karakter tersebut meliputi: 1) nilai religius sebanyak 2 data, 2) toleran 1 data, 3) kerja keras 4 data, 4) mandiri sebanyak 2 data, 5) demokratis sebanyak 1 data, 6) rasa ingin tahu sebanyak 1 data, 6) cinta tanah air sebanyak 1 data, 7) menghargai prestasi sebanyak 1 data, 8) bersahabat sebanyak 2 data, 9) gemar membaca sebanyak 2 data, 11) peduli sosial sebanyak 2 data, dan 12) nilai tanggung jawab sebanyak 1 data. Sehingga jumlah keseluruhan nilai pendidikan karakter sebanyak 20 data. 

Author Biographies

Marlina Agkris Tambunan, Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, Universitas Hkbp Nommensen Pematangsiantar, Pematangsiantar

Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, Universitas Hkbp Nommensen Pematangsiantar, Pematangsiantar

Junifer Siregar, Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, Universitas Hkbp Nommensen Pematangsiantar, Pematangsiantar

Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, Universitas Hkbp Nommensen Pematangsiantar, Pematangsiantar

Jumaria Sirait, Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, Universitas Hkbp Nommensen Pematangsiantar, Pematangsiantar

Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, Universitas Hkbp Nommensen Pematangsiantar, Pematangsiantar

Immanuel Doclas Belmondo Silitonga, Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, Universitas Hkbp Nommensen Pematangsiantar, Pematangsiantar

Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, Universitas Hkbp Nommensen Pematangsiantar, Pematangsiantar

Published
2025-12-21
DOI : https://doi.org/10.53565/pssa.v9i1.2385