Analisis Feminisme Dalam Novel “Penyalin Cahaya” Karya Lucia Priandarini

  • Esra Novelina Siregar Prodi Pendidikan Indonesia, Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar, Indonesia
  • Marlina Agkris Tambunan Prodi Pendidikan Indonesia, Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar, Indonesia
  • Junifer Siregar Prodi Pendidikan Indonesia, Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar, Indonesia
  • Jumaria Sirait Prodi Pendidikan Indonesia, Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar, Indonesia
  • Vita Riahni Saragih Prodi Pendidikan Indonesia, Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar, Indonesia
Keywords: Analisis, Feminisme, Novel, Penyalin Cahaya” Karya Lucia Priandarini

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Analisis Feminisme Dalam Novel “Penyalin Cahaya” Karya Lucia PriandarinI. Penelitian tentang penerapan feminisme kekuasaan dalam novel “Penyalin Cahaya” karya Lucia Priandarini menggunakan jenis penelitian yaitu, metode penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah teknik baca, teknik simak, dan teknik catat. Analisis terdiri dari tiga alur kegiatan yang terjadi secara bersamaan yaitu: pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan/verifikasi. Novel “Penyalin Cahaya” karya Lucia Priandarini ini secara keseluruhan mencerminkan semangat feminisme kekuasaan, di mana tokoh perempuan tidak hanya menjadi korban, tetapi juga agen perubahan yang berdaya dalam melawan ketimpangan sosial dan relasi kuasa yang menindas. Berdasarkan hasil pembahasan yang telah dipaparkan tersebut, peneliti menarik simpulan bahwa pada novel “Penyalin Cahaya” karya Lucia Priandarini ditemukan 150 data yang merupakan prinsip utama feminisme kekuasaan Naomi Wolf . Prinsip feminisme kekuasaan Naomi Wolf tersebut diantaranya terdapat 13 data yang merupakan kesetaraan gender , 38 data hak menentukan nasib, 51 data penghargaan terhadap perempuan, 39 data menentang streotip gender dan 9 data kebebasan individu.

Author Biographies

Marlina Agkris Tambunan, Prodi Pendidikan Indonesia, Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar, Indonesia

Prodi Pendidikan Indonesia, Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar, Indonesia

Junifer Siregar, Prodi Pendidikan Indonesia, Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar, Indonesia

Prodi Pendidikan Indonesia, Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar, Indonesia

Jumaria Sirait, Prodi Pendidikan Indonesia, Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar, Indonesia

Prodi Pendidikan Indonesia, Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar, Indonesia

Vita Riahni Saragih, Prodi Pendidikan Indonesia, Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar, Indonesia

Prodi Pendidikan Indonesia, Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar, Indonesia

Published
2025-07-29
DOI : https://doi.org/10.53565/pssa.v10i2.2002