https://jurnal.radenwijaya.ac.id/index.php/sabbhata_yatra/issue/feed Sabbhata Yatra: Jurnal Pariwisata dan Budaya 2026-07-20T13:47:00+00:00 Dr. Lery Prasetyo leryprasetyo@radenwijaya.ac.id Open Journal Systems <p align="justify"><img src="/public/site/images/junaidi/pageHeaderLogoImage_en_US.jpg">SABBHATA YATRA (<strong><a href="http://issn.pdii.lipi.go.id/issn.cgi?daftar&amp;1586307403&amp;1&amp;&amp;">e-ISSN: 2745-5513</a></strong>) : Jurnal Pariwisata dan Budaya merupakan Jurnal yang memiliki ruang lingkup Pariwisata dan Budaya yang diterbitkan oleh Asosiasi Dosen Raden Wijaya bekerja sama dengan Unit Penenelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat. SABBHATA YATRA : Jurnal Pariwisata dan Budaya terbit setiap semester pada bulan Juli dan Desember. Setiap terbitan berisi minimal 10 Naskah Jurnal dengan standar penulisan berdasarkan pedoman penulisan Jurnal.</p> https://jurnal.radenwijaya.ac.id/index.php/sabbhata_yatra/article/view/2823 INTERAKSI PEMANDU DAN PESERTA DALAM PEMBENTUKAN PENGALAMAN WISATA PADA AKTIVITAS WALKING TOUR 2026-07-01T11:32:53+00:00 Kinanti Aulia Suryadi kinantiaulia@upi.edu Gita Siswhara wa_egha@upi.edu Masroulina Sevtiani masroulina@upi.edu <p>Perkembangan wisata berbasis pengalaman mendorong munculnya aktivitas walking tour sebagai bentuk wisata perkotaan yang menekankan interaksi sosial, narasi sejarah, dan pengalaman ruang kota secara langsung. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana interaksi antara pemandu dan peserta membentuk pengalaman wisata dalam aktivitas walking tour di Bandung, Jakarta, dan Semarang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis tematik. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi terhadap 21 partisipan yang terdiri atas pemandu dan peserta walking tour. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman dengan bantuan perangkat lunak NVivo melalui proses pengkodean, kategorisasi, dan interpretasi tema penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi pemandu dan peserta menjadi elemen utama dalam pembentukan pengalaman wisata. Interaksi yang dialogis, partisipatif, dan adaptif mampu menciptakan keterlibatan emosional serta pengalaman sosial yang lebih personal bagi peserta. Narasi dan storytelling juga berperan penting dalam membangun keterikatan peserta terhadap ruang kota melalui komunikasi yang komunikatif dan partisipatif. Penelitian ini menunjukkan bahwa pengalaman wisata dalam walking tour terbentuk melalui proses co-creation experience yang melibatkan pemandu, peserta, dan ruang kota secara kolektif. Temuan penelitian memperkuat kajian interaksionisme simbolik dalam konteks pariwisata perkotaan serta memberikan kontribusi praktis bagi pengembangan wisata berbasis pengalaman di Indonesia.</p> 2026-07-01T04:21:42+00:00 Copyright (c) 2026 Sabbhata Yatra: Jurnal Pariwisata dan Budaya https://jurnal.radenwijaya.ac.id/index.php/sabbhata_yatra/article/view/2843 STRATEGI PENGUATAN PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN WISATA UMBUL UDAL-UDALAN, GUNA MEWUJUDKAN PARIWISATA BERKELANJUTAN 2026-07-04T14:25:50+00:00 Irene Gracela renegracela6@gmail.com Widyaningtyas widyatyas@bukitpengharapan.ac.id <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk partisipasi masyarakat, faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi partisipasi, serta perumusan strategi penguatan partisipasi masyarakat. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif, teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi, studi pustaka dan kuesioner SWOT. Sampel penelitian dipilih menggunakan teknik <em>purposive sampling, </em>terdiri dari pengelola wisata, pemerintah desa, dan masyarakat Dusun Ngudal. Analisis data dilakukan menggunakan tangga partisipasi Arnstein 1969, analisis SWOT, matriks IFE dan EFE, matriks IE, serta kuadran SWOT. Hasil penelitian menunjukkan partisipasi masyarakat didominasi oleh partisipasi tenaga, waktu, dan sosial, namun masih terbatas pada aspek operasional. Tingkat partisipasi masyarakat berada pada katagori <em>tokenism</em> yang meliputi <em>informing, consultation, </em>dan<em> placation</em>. Hasil analisis SWOT menunjukkan bahwa pengelolaan wisata berada pada posisi <em>Growth and Build</em> dan Kuadran I, sehingga strategi yang tepat adalah strategi pertumbuhan agresif melalui pengembangan atraksi wisata berbasis potensi lokal, penguatan peran BUMDes, pengembangan UMKM, peningkatan kapasitas masyarakat, promosi digital, dan pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan.</p> 2026-07-01T08:56:04+00:00 Copyright (c) 2026 Sabbhata Yatra: Jurnal Pariwisata dan Budaya https://jurnal.radenwijaya.ac.id/index.php/sabbhata_yatra/article/view/2789 REPRESENTASI NILAI BUDAYA DAN KEAGAMAAN DALAM BANGUNAN KATEDRAL 2026-07-06T01:31:45+00:00 Natacha da conçeição rêgo dos santos tachasantos572@gmail.com Sandra ivonia da conçeição da Silva ivoniasandra354@gmail.com Jasmine Qur'ani jasmine.qurani@budiluhur.ac.id <p>Penelitian ini bertujuan menganalisis representasi nilai budaya dan keagamaan dalam arsitektur Gereja Katedral Jakarta melalui kajian elemen-elemen fasad dan interior bangunan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi lapangan, dokumentasi visual, dan wawancara mendalam. Objek penelitian berfokus pada elemen arsitektural utama seperti menara, ornamen, lengkungan, dan kaca patri yang secara visual merepresentasikan nilai budaya dan spiritual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Gereja Katedral Jakarta mengadopsi gaya <em>Neo-Gotik</em> ya\g mencerminkan akulturasi budaya antara pengaruh Eropa dan konteks lokal Indonesia. Elemen arsitektural seperti tiga menara utama, <em>rose window</em>, serta detail dekoratif merepresentasikan nilai-nilai religius Katolik secara simbolik. Penelitian ini menemukan bahwa bangunan katedral tidak hanya berfungsi sebagai ruang ibadah, tetapi juga sebagai media representasi identitas keagamaan dan warisan budaya yang hidup. <em>Novelty</em> penelitian ini terletak pada integrasi perspektif pengunjung lintas budaya dalam pemaknaan arsitektur keagamaan yang belum banyak dikaji pada konteks Katedral Jakarta.</p> 2026-07-01T11:32:17+00:00 Copyright (c) 2026 Sabbhata Yatra: Jurnal Pariwisata dan Budaya https://jurnal.radenwijaya.ac.id/index.php/sabbhata_yatra/article/view/2910 KEPUASAN PENUMPANG BREGODOTRANSPORT: DITINJAU DARI PERSEPSI HARGA DAN KUALITAS PELAYANAN DI ERA TRANSPORTASI WISATA MODERN 2026-07-01T15:20:04+00:00 Susi Destianti 24024122001@fekon.uniga.ac.id Wufron wufron@uniga.ac.id Stanny Dhamayanty stanny@uniga.ac.id <p>Perkembangan sektor pariwisata di Indonesia telah menyebabkan kenaikan permintaan masyarakat akan layanan transportasi yang nyaman, aman, dan berkualitas tinggi untuk para wisatawan. Bregodotransport merupakan salah satu perusahaan jasa transportasi wisata yang menyediakan layanan perjalanan bagi wisatawan dengan berbagai fasilitas pendukung. Pelaksanaan riset ini bertujuan untuk menelaah bagaimana dampak dari persepsi harga dan kualitas pelayanan terhadap tingkat kepuasan penumpang dengan Bregodotransport. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif, dengan mendistribusikan kuesioner kepada 100 responden yang sebelumnya telah menggunakan jasa Bregodotransport. Analisis data dilakukan melalui penerapan regresi linier berganda. Temuan penelitian menunjukan bahwa Persepsi Harga dan Kualitas Layanan secara simultan maupun parsial memberi dampak&nbsp; terhadap Kepuasan Penumpang. Selain itu, Kualitas Layanan terbukti memiliki kontribusi yang lebih besar dibandingkan Persepsi Harga dalam membentuk kepuasan penumpang. Penelitian mengenai transportasi wisata lokal modern masih relatif terbatas, sehingga studi ini memberikan tambahan bukti empiris pada konteks tersebut dan sejalan dengan penelitian terdahulu.</p> 2026-07-01T15:16:33+00:00 Copyright (c) 2026 Sabbhata Yatra: Jurnal Pariwisata dan Budaya https://jurnal.radenwijaya.ac.id/index.php/sabbhata_yatra/article/view/2908 SENSORY MARKETING DALAM PENGUATAN WELLNESS DESTINATION BRANDING DI HORTUS MEDICUS TAWANGMANGU 2026-07-03T11:56:31+00:00 Diah Ayu Prawesti Maharani diahayupm15@gmail.com Widyaningtyas widyatyas@bukitpengharapan.ac.id <p>Hortus Medicus Tawangmangu merupakan destinasi <em>wellness</em> berbasis alam dan herbal di bawah naungan RSUP Dr. Sardjito, yang memiliki potensi besar dalam pengembangan <em>destination branding</em> melalui pengalaman multisensoris. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi penerapan <em>sensory marketing</em>, memahami perspektif wisatawan, serta menganalisis perannya dalam memperkuat <em>wellness destination branding</em>, studi kasus di Hortus Medicus Tawangmangu. Data diperoleh dengan mewawancarai informan pengelola destinasi. Metode netnografi juga digunakan dengan mengumpulkan 107 ulasan pada platform Google Maps, Tiktok Maps, dan Agoda. Observasi langsung juga dilakukan terhadap berbagai unit layanan <em>wellness</em>. Data selanjutnya dipetakan ke dalam berbagai tema yang berkembang melalui proses analisis tematik Braun dan Clarke. Hasil yang diperoleh bahwa seluruh dimensi <em>sensory marketing</em> <em>(visual, auditory, olfactory, gustatory, </em>dan<em> tactile)</em> telah diterapkan dalam aktivitas wisata dan layanan yang tersedia. Dimensi <em>visual, tactile, </em>dan<em> olfactory</em> menjadi elemen paling dominan dalam membentuk pengalaman wisatawan serta memperkuat identitas, citra, dan loyalitas destinasi. Sementara itu, dimensi <em>auditory</em> dan <em>gustatory</em> masih memerlukan optimalisasi. S<em>ensory marketing</em> yang diterapkan di Hortus Medicus Tawangmangu memperkuat keterkaitan antara pengalaman wisatawan dan pembentukan <em>wellness destination branding.</em></p> 2026-07-01T16:01:17+00:00 Copyright (c) 2026 Sabbhata Yatra: Jurnal Pariwisata dan Budaya https://jurnal.radenwijaya.ac.id/index.php/sabbhata_yatra/article/view/2937 ANALISIS DAMPAK PENGALIHAN OPERASIONAL BANDARA HUSEIN SASTRANEGARA TERHADAP AKTIVITAS EKONOMI KAWASAN BANDARA 2026-07-01T16:23:40+00:00 Lala Asilah 24024122019@fekon.uniga.ac.id Dani Adiatma adiatmadani@uniga.ac.id Stanny Dhamayanty stanny@uniga.ac.id <p>Pengalihan sebagian besar operasional penerbangan dari Bandara Husein Sastranegara ke Bandara Internasional Jawa Barat Kertajati menimbulkan perubahan terhadap aktivitas ekonomi di kawasan bandara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak pengalihan operasional bandara terhadap keberlangsungan usaha pelaku ekonomi, kondisi sosial-ekonomi tenaga kerja, faktor penyebab penurunan aktivitas ekonomi, serta strategi adaptasi yang dilakukan pelaku usaha dan pengelola kawasan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yang dilakukan di kawasan Bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung. Informan penelitian terdiri atas pengelola komersial bandara, pelaku usaha tenant, pelaku jasa transportasi, dan akademisi yang ditetapkan secara purposif. Perolehan informasi dilakukan melalui wawancara terperinci, pengamatan, dan pencatatan dengan metode triangulasi dari berbagai sumber untuk memperkuat kredibilitas data. Pengolahan data menerapkan model interaktif Miles dan Huberman yang melibatkan pemadatan data, penyajian informasi, serta penarikan hasil akhir. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa pengalihan operasional bandara menyebabkan penurunan aktivitas ekonomi kawasan yang ditandai dengan berkurangnya tenant, menurunnya jumlah pengunjung, dan berkurangnya aktivitas komersial. Dampak tersebut memengaruhi keberlangsungan usaha, menurunkan pendapatan, menyebabkan pengurangan tenaga kerja, serta mendorong pelaku usaha dan pengelola kawasan melakukan berbagai strategi adaptasi untuk mempertahankan aktivitas ekonomi.</p> 2026-07-01T16:22:32+00:00 Copyright (c) 2026 Sabbhata Yatra: Jurnal Pariwisata dan Budaya https://jurnal.radenwijaya.ac.id/index.php/sabbhata_yatra/article/view/2638 STRATEGI PENGEMBANGAN DESA WISATA PAYUNG TANJUNG, KLATEN DENGAN KONSEP COMMUNITY BASED TOURISM 2026-07-01T16:39:10+00:00 Vivin Rosita Devi vivinerdhe@gmail.com Kris Cahyani Ermawati kriscahyani1@gmail.com Made Prasta Yostitia Pradipta madeprastapradipta@gmail.com <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi pengembangan Desa Wisata Payung Tanjung yang dilakukan pokdarwis melalui pemberdayaan masyarakat dan penerapan konsep Community Based Tourism guna mendorong sinergi masyarakat mewujudkan desa wisata berkelanjutan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif yaitu mendeskripsikan kembali data yang telah terkumpul dari objek penelitian. Data yang digunakan yaitu data primer dan data sekunder dengan melalui beberapa Teknik pengumpulan data yaitu studi Pustaka, pengamatan, wawancara, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini adalah strategi pengembangan Desa Wisata Payung Tanjung telah terlaksana dengan baik dan terstruktur dengan dikelola oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Tanjung. Namun, pengembangan desa wisata masih menghadapi sejumlah kendala seperti, sebagian masyarakat berfikiran negatif dan yang menghambat partisipasi aktif pengelolaan desa wisata, belum adanya lahan parkir, <em>homestay</em>, warung makan, pemandu wisata, dan pusat oleh-oleh yang memadai, serta atraksi wisata yang monoton. Maka dari itu, solusi dari kendala ini adalah melakukan pelatihan pengembangan pariwisata berbasis masyarakat, meningkatkan fasilitas pendukung pariwisata, dan diversifikasi atraksi wisata.</p> 2026-07-01T16:39:09+00:00 Copyright (c) 2026 Sabbhata Yatra: Jurnal Pariwisata dan Budaya https://jurnal.radenwijaya.ac.id/index.php/sabbhata_yatra/article/view/2973 ANALISIS KEPUASAN WISATAWAN TERHADAP ATRAKSI, AMENITAS, DAN AKSESIBILITAS PADA AIR TERJUN TANCAK PANTI JEMBER 2026-07-01T17:11:04+00:00 Tri Rafika Diyah Indartin trirafika_dyah@polije.ac.id Salwa Bulqhis Cahyaning Kusuma salwabulqhis@gmail.com Adelia Alif Gita Anggraeni adeliaalifgitaanggraini@gmail.com Sahira Amelinda Adani sahiraseril2491@gmail.com M. Syahir Akmal akmalsyahir38@gmail.com Priyanto Nugroho ryansantuy666@gmail.com Hablana Rizka hablana@polije.ac.id <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kepuasan wisatawan terhadap atraksi, amenitas, dan aksesibilitas pada Air Terjun Tancak Panti Jember. Destinasi ini memiliki daya tarik alam berupa lanskap air terjun dan suasana hutan, namun masih menghadapi tantangan pada fasilitas pendukung dan akses menuju lokasi. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan melibatkan 108 responden, yaitu wisatawan yang sedang berada di lokasi maupun yang pernah mengunjungi Air Terjun Tancak minimal satu kali pada tahun 2025. Teknik pengambilan sampel menggunakan <em>purposive sampling</em> berdasarkan kriteria pengalaman kunjungan, kemampuan memberikan penilaian secara mandiri, dan kesediaan mengisi kuesioner. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert lima tingkat dan observasi lapangan, kemudian dianalisis menggunakan persentase kepuasan berdasarkan jawaban puas dan sangat puas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek atraksi memperoleh tingkat kepuasan tertinggi dengan rata-rata 86,7%, terutama pada indikator keindahan air terjun dan suasana alam yang masing-masing mencapai 90,7%. Sebaliknya, amenitas memperoleh rata-rata kepuasan terendah sebesar 41,3%, dengan area parkir, toilet, dan tempat sampah sebagai indikator paling kritis. Aksesibilitas berada pada kategori sedang dengan rata-rata 48,2%, terutama karena rendahnya kepuasan terhadap jalur trekking menuju air terjun dan jembatan. Temuan ini menunjukkan bahwa Air Terjun Tancak memiliki kekuatan utama pada atraksi alam, tetapi masih memerlukan peningkatan amenitas dan aksesibilitas untuk mendukung kenyamanan wisatawan.</p> 2026-07-01T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Sabbhata Yatra: Jurnal Pariwisata dan Budaya https://jurnal.radenwijaya.ac.id/index.php/sabbhata_yatra/article/view/2997 JAMU REINTERPRETATION AS CULTURAL HERITAGE THROUGH GASTRONOMY PRODUCTS AT HOTEL TENTREM JAKARTA 2026-07-03T12:01:46+00:00 Valentine Shen Handoko valentinshen1602@gmail.com Andari Tirtadidjaja mstirtadidjaja@gmail.com <p>Jamu, a traditional Indonesian herbal preparation recognized by UNESCO in 2023 as Intangible Cultural Heritage, faces the challenge of remaining relevant amid modern consumer preferences. This study analyzes the forms of jamu reinterpretation as cultural heritage through gastronomy products at Hotel Tentrem Jakarta and examines how the cultural values of jamu are preserved throughout that process. A qualitative descriptive design was applied. Data were collected through semi-structured in-depth interviews with six purposively selected informants and complemented by field observation across four sessions and documentation. Analysis followed the Miles and Huberman model using Directed Content Analysis for data reduction, source triangulation for validity, and IFAS/EFAS matrices as supporting analytical tools. The findings show that Hotel Tentrem Jakarta reinterprets jamu into ten gastronomy products across pastry and beverage categories, employing modern techniques including foam, layering, infuse, sous vide, clarified, and churning while preserving the authentic flavor character and cultural identity of jamu. The reinterpretation is grounded in deep historical knowledge, authenticated ingredient use, and collaboration with traditional jamu experts. IFAS and EFAS average scores of 3.43 and 3.15 respectively indicate a strong strategic position. Consumer response is predominantly positive, though cultural narrative transmission to guests remains inconsistent and requires further systematization.</p> 2026-07-01T17:09:44+00:00 Copyright (c) 2026 Sabbhata Yatra: Jurnal Pariwisata dan Budaya https://jurnal.radenwijaya.ac.id/index.php/sabbhata_yatra/article/view/2915 CUSTOMER SERVICE DAN ELECTRONIC WORD OF MOUTH TERHADAP MINAT BELI KONSUMEN PADA PERUSAHAAN BIRO PERJALANAN 2026-07-01T17:26:10+00:00 Alfia Fatwa Tiana 24024122002@fekon.uniga.ac.id Wufron wufron@uniga.ac.id Ghaida Farisya ghaida@uniga.ac.id <p>Studi ini dilakukan untuk mengkaji implikasi <em>customer service</em> dan <em>Electronic Word of Mouth</em> terhadap minat beli konsumen dalam perusahaan biro perjalanan ASGATOUR. Kajian ini memanfaatkan pendekatan kuantitatif yang didukung oleh desain eksplanatori. 100 responden yang mengetahui serta pernah melakukan interaksi dengan layanan ASGATOUR dilibatkan dalam proses pengumpulan data melalui kuesioner. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linear berganda. Hasil studi mengimplikasikan bahwa <em>customer service</em> dan <em>Electronic Word of Mouth</em> berkontribusi secara positif dan signifikan dalam meningkatkan minat beli konsumen, baik secara parsial maupun simultan. <em>Electronic Word of Mouth</em> menjadi variabel yang paling dominan dalam meningkatkan minat beli konsumen. Temuan ini mengartikan bahwa peningkatan kualitas pelayanan dan pengelolaan informasi positif di media digital dapat mendorong meningkatnya minat beli konsumen. Penelitian ini menyimpulkan bahwa <em>customer service </em>dan <em>Electronic Word of Mouth</em> berperan penting dalam mendorong tumbuhnya minat beli konsumen pada perusahaan biro perjalanan ASGATOUR.</p> 2026-07-01T17:22:49+00:00 Copyright (c) 2026 Sabbhata Yatra: Jurnal Pariwisata dan Budaya https://jurnal.radenwijaya.ac.id/index.php/sabbhata_yatra/article/view/2862 EXPLORING SERUIT AND IT'S TRANSFORMATION, THE HERITAGE CULINARY FROM LAMPUNG INDONESIA 2026-07-03T14:13:24+00:00 Sandi Aderama Handika sandiaderamascell20@gmail.com Pipin Kusumawati pipinkusumawati@stipram.ac.id Moch. Nur Syamsu samsu@gmail.com <p>Seruit is a traditional cuisine from Lampung, with a blend of Indonesian sambal (chili paste), fish, and various vegetables. In addition to fulfilling dietary requirements, Seruit symbolizes the philosophy, culture, and social values preserved by the Lampung community. The impact of modernization has caused the younger generation to favor trendy and convenient foods for its practicality. To maintain continuous acceptability from diverse groups, adaptive strategies were required in the development of Seruit that maintain its philosophical principles. This research aims to identify the uniqueness of Seruit and its transformations in response to modern demands, ensuring its sustainability and establishing it as a cultural and culinary icon of Lampung Province. This research employed a qualitative methodology with an ethnographic approach. Data were collected through in-depth interviews, participant observation, and documentary review. Research revealed that the uniqueness of Seruit were attributed to its local ingredients, mixing process of Seruit's ingredients (pijok-pijok), and Seruit's serving and eating styles (nyeruit). Seruit has experienced four transformations to date: preservation techniques, serving styles, sambal variants and ingredients, and consumption space. These transformations expand Seruit's presence in public and commercial areas, while strengthening its status as a cultural and culinary Seruit, Lampung, transformation, heritage, modernization.</p> 2026-07-03T14:13:24+00:00 Copyright (c) 2026 Sabbhata Yatra: Jurnal Pariwisata dan Budaya https://jurnal.radenwijaya.ac.id/index.php/sabbhata_yatra/article/view/3013 PEMAKNAAN MASYARAKAT TERHADAP PULAU PENYENGAT SEBAGAI DESTINASI PARIWISATA SEJARAH 2026-07-20T13:47:00+00:00 Miftuhul Jannah miftuhuljannah@gmail.com Berliana Dwi Az-zahar berliiana676@gmail.com Winda Firna Farlita windafirnafarlita5@gmail.com Sri Wahyuni sriwahyuni@umrah.ac.id <p>Pulau Penyengat dikenal sebagai salah satu destinasi pariwisata Sejarah Riau Lingga pada abad ke-18 hingga awal ke-20 yang memiliki nilai budaya, religi, serta peninggalan kesultanan melayu. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana pemaknaan masyarakat terhadap Pulau Penyengat sebagai destinasi pariwisata Sejarah serta melibatkan masyarakat untuk mendukung kegiatan pariwisata. Penelitian tersebut menerapkan pendekatan kualitatif, dimana data dikumpul lewat pengamatan secara langsung, obrolan mendalam dengan narasumber, serta dokumentasi yang melibatkan masyarakat lokal, pedagang, serta generasi muda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa masyarakat memandang Pulau Penyengat tidak hanya sebagai tempat berkunjung wisatawan, tetapi juga sebagai simbol identitas budaya, tempat sejarah, dan warisan para kesultanan yang perlu di jaga. Selain itu, adanya pariwisata sejarah ini dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat melalui aktivitas perdagangan, jasa wisata, Bengat (Becak Penyengat), dan usaha kecil lainnya. Namun, masih terdapat beberapa kendala seperti pengelolaan fasilitas yang belum optimal serta kurangnya partisipasi generasi muda dalam pelestarian nilai sejarah di Pulau Penyengat. Oleh sebab itu, diperlukan kerjasama antara masyarakat dan pihak-pihak terkait agar pengembangan pariwisata sejarah di Pulau Penyengat dapat berlangsung secara berkelanjutan dan juga menarik wisatawan terhadap budaya yang telah dikelola oleh masyarakat di Pulau Penyengat tersebut</p> 2026-07-05T10:07:26+00:00 Copyright (c) 2026 Sabbhata Yatra: Jurnal Pariwisata dan Budaya https://jurnal.radenwijaya.ac.id/index.php/sabbhata_yatra/article/view/3012 IMPLEMENTASI KODE ETIK INTERNATIONAL COUNCIL OF MUSEUM (ICOM) DALAM PENGELOLAAN MUSEUM MANDIRI UNTUK MENDUKUNG WISATA EDUKASI 2026-07-05T10:27:24+00:00 Natashia Angellie n.angellie07@gmail.com Devi Roza K.Kausar devikausar@univpancasila.ac.id <p><span style="font-weight: 400;">Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengimplementasian Kode Etik International Council of Museum (ICOM) di Museum Mandiri Jakarta untuk mendukung aspek wisata edukasi. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Validasi data menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukan bahwa Museum Mandiri menerapkan Kode Etik ICOM melalui perawatan koleksi, penyediaan informasi edukatif, serta program wisata edukatif yang dibuat oleh pihak Museum Mandiri. Selain itu wisata edukasi terlihat dimana wisatawan paham dengan penjelasan, interaktivitas, keterlibatan koleksi Museum Mandiri&nbsp; dan kepuasan edukatif setelah berkunjung. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan Kode Etik ICOM mendukung pengembangan Museum Mandiri sebagai destinasi wisata edukasi yang efektif.&nbsp;</span></p> 2026-07-05T10:22:54+00:00 Copyright (c) 2026 Sabbhata Yatra: Jurnal Pariwisata dan Budaya https://jurnal.radenwijaya.ac.id/index.php/sabbhata_yatra/article/view/2991 ASOCA SEBAGAI STRATEGI PENGEMBANGAN KAMPUNG BUDDHA KRECEK MENJADI DESA WISATA BERBASIS SPIRITUAL 2026-07-07T01:44:27+00:00 Wihar Wihardiyani wihardiyaniwongso@gmail.com Putri Hidayati putrihidayati063063@gmail.com <p>Wisata spiritual yang menjadi tema Desa Wisata Kampung Buddha Krecek masih tergolong baru. Wisatawan berkunjung pada <em>event-event</em> melalui paket wisata yang telah ditetapkan oleh pengelola dengan menyelenggarakan <em>live in</em>. Kurangnya fasilitas aksesibilitas hingga amenitas yang dimiliki oleh desa wisata sangat berpengaruh dalam pengembangan sebuah destinasi wisata. Kurangnya inovasi yang menjadi daya tarik wisatawan juga mempengaruhi minat dari wisawatan untuk datang berkunjung. Sehingga perlu dilakukan pengidentifikasian potensi wisata yang dapat dilakukan pembaharuan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif. Hasil akhir dari penelitian ini merupakan strategi pengembangan ASOCA yaitu Menyusun perencanaan yang matang dan sistematis. Menggunakan kemampuan dalam memanfaatkan peluang yaitu dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat, selain itu juga memanfaatkan peluang lain dengan melibatkan peran pemerintah. Menggunakan kecerdasan untuk memanfaatkan peluang yaitu dengan meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Melihat kemampuan untuk menghadapi tututan lingkungan terhadap perubahan budaya dengan memperbaiki sarana dan prasarana. Menggunakan kekuatan untuk tanggap terhadap perubahan budaya yaitu dengan senantiasa mempertahankan dan melestarikan budaya tradisional. Menggunakan kecerdasan untuk mensiasati pengaruh perubahan budaya dengan menumbuhkan inovasi baru dalam pengembangan destinasi wisata.</p> <p>&nbsp;</p> 2026-07-07T01:44:27+00:00 Copyright (c) 2026 Sabbhata Yatra: Jurnal Pariwisata dan Budaya https://jurnal.radenwijaya.ac.id/index.php/sabbhata_yatra/article/view/2765 INTEGRATING LOCAL PRODUCTS AND EXPERIENTIAL OFFERINGS TO ENHANCE THE COMPETITIVENESS OF PAKINTELAN TOURISM VILLAGE, SEMARANG 2026-07-15T07:37:06+00:00 Aurilia Triani Aryaningtyas auriliatriani@stiepari.ac.id Suwarti suwarti@stiepari.ac.id Syamsul Hadi syamsul.hadi@stiepari.ac.id Taletha Akila talethaakilaus@gmail.com Aura Astaningrum auraastaningrum931@gmail.com <p>This study examines how the integration of local products and tourism experiences can enhance the competitiveness of Pakintelan Tourism Village in Semarang. Using a qualitative case study approach, data were collected through observation, in-depth interviews, and document analysis involving key stakeholders. The findings show that local products function as cultural-symbolic resources but are still positioned as complementary elements rather than as core components of tourism experiences. Tourism activities remain fragmented, observation-based, and limited in fostering interaction, resulting in weak co-creation of experience and low visitor engagement. This study argues that competitiveness is not solely determined by resource availability, but by how these resources are transformed into meaningful experiences. It proposes a shift from a product-oriented approach to an experience-based approach, where local products serve as experiential media that enable participation and interaction. The study contributes by offering a meaning-based perspective on destination competitiveness within community-based tourism.</p> 2026-07-15T07:37:05+00:00 Copyright (c) 2026 Sabbhata Yatra: Jurnal Pariwisata dan Budaya https://jurnal.radenwijaya.ac.id/index.php/sabbhata_yatra/article/view/2865 STRATEGI ADAPTASI TENTANG EFISIENSI ANGGARAN PEMERINTAH PADA DIVISI SALES & MARKETING THE SUNAN HOTEL SOLO 2026-07-15T09:20:57+00:00 Saptanti Widjaningrum saptawidya81@gmail.com Agus Solikhin agussolikhin81@gmail.com Titik Akiriningsih Ai_RienNha82@yahoo.com <p>Kebijakan efisiensi anggaran yang ditetapkan dalam Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025 memberikan pengaruh besar kepada sektor perhotelan di Indonesia. Tujuan penelitian ini diantaranya: 1) untuk mengetahui dampak nyata dan spesifik dari implementasi Inpres No. 1 Tahun 2025 tentang kebijakan efesiensi anggaran Pemerintah terhadap kinerja bisnis divisi <em>Sales &amp; Marketing</em> The Sunan Hotel Solo, 2) untuk mengetahui strategi adaptasi yang dilakukan dari sisi pasar, operasional, maupun sumber daya manusia oleh divisi The Sunan Hotel Solo, dan 3) untuk mengetahui evaluasi strategi yang efektif yang telah dilakukan divisi <em>Sales &amp; Marketing</em> The Sunan Hotel Solo untuk memitigasi terjadinya penurunan permintaan dari segmen pemerintah akibat Inpres No. 1 Tahun 2025. Metodologi yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif, dengan analisis fenomenologi. Hasil penelitian ini antara lain: 1) adanya penurunan tingkat hunian hotel dan kegiatan <em>MICE</em> dari segmen pemerintahan sebagai dampak dari implementasi Inpres No. 1 Tahun 2025; 2) Divisi <em>Sales &amp; Marketing</em> The Sunan Hotel Solo telah melakukan strategi adaptasi: diversifikasi pasar, pemetaan ulang segmen pasar dengan mengubah fokus dari ketergantungan sektor pemerintah ke pasar korporasi dan individu; 3) evaluasi strategi yang efektif yang telah dilakukan divisi <em>Sales &amp; Marketing</em> The Sunan Hotel Solo untuk memitigasi terjadinya penurunan permintaan dari segmen pemerintah antara lain: mitigasi finansial melalui efisiensi internal yang signifikan dan penilaian ketat terhadap pengeluaran aset (<em>CAPEX</em>) dan operasional (<em>OPEX</em>), respons cepat pada operasional melalui pelatihan lintas fungsi bagi staf (<em>cross-training</em>) dan penyesuaian pola kerja untuk melayani karakter tamu baru yang lebih aktif.</p> 2026-07-15T09:20:56+00:00 Copyright (c) 2026 Sabbhata Yatra: Jurnal Pariwisata dan Budaya https://jurnal.radenwijaya.ac.id/index.php/sabbhata_yatra/article/view/2606 PERSEPSI WISATAWAN TERHADAP AKSESIBILITAS DARI TERMINAL GUNTUR GARUT MENUJU DESTINASI WISATA DI KAB. GARUT 2026-07-16T06:28:00+00:00 Noor Alwa Harahap 24024121005@fekon.uniga.ac.id Dani Adiatma adiatmadani@uniga.ac.id Stanny Dhamayanty stanny@uniga.ac.id <p><span class="s4"><span class="bumpedFont15">Pariwisata di Kabupaten Garut terus berkembang, namun aksesibilitas transportasi dari Terminal Guntur menuju destinasi wisata di Kabupaten </span></span><span class="s4"><span class="bumpedFont15">Garut masih menjadi perhatian. Tujuan dari p</span></span><span class="s4"><span class="bumpedFont15">enelitian ini </span></span><span class="s4"><span class="bumpedFont15">yakni guna</span></span><span class="s4"><span class="bumpedFont15"> mengetahui persepsi wisatawan terhadap aksesibilitas transportasi dari Terminal Guntur Garut ke berbagai destinasi wisata. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan survei terhadap 114 responden yang dipilih </span></span><span class="s4"><span class="bumpedFont15">melalui teknik</span></span><span class="s4"><span class="bumpedFont15"> purposive sampling. Data </span></span><span class="s4"><span class="bumpedFont15">terkumpul</span></span><span class="s4"><span class="bumpedFont15"> melalui kuesioner terstruktur dan dianalisis dengan bantuan Microsoft Excel serta IBM SPSS 26. </span></span><span class="s4"><span class="bumpedFont15">Temuan</span></span><span class="s4"><span class="bumpedFont15"> penelitian </span></span><span class="s4"><span class="bumpedFont15">memperlihatkan bahwasanya</span></span><span class="s4"><span class="bumpedFont15"> persepsi wisatawan berpengaruh signifikan terhadap aksesibilitas transportasi dengan arah negatif, yang berarti semakin tinggi persepsi wisatawan, penilaian terhadap kemudahan dan kenyamanan transportasi cenderung menurun.</span></span></p> 2026-07-16T06:27:59+00:00 Copyright (c) 2026 Sabbhata Yatra: Jurnal Pariwisata dan Budaya https://jurnal.radenwijaya.ac.id/index.php/sabbhata_yatra/article/view/2611 ANALISIS MINAT WISATAWAN DENGAN PEMILIHAN TREN PERJALANAN WISATA BACKPACKER PADA MAHASISWA FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS GARUT 2026-07-16T06:43:15+00:00 Amik Ayu Lestari 24024121048@fekon.uniga.ac.id Dani Adiatma adiatmadani@uniga.ac.id Stanny Dhamayanty stanny@uniga.ac.id <p>Pariwisata saat ini tidak hanya dipandang sebagai aktivitas rekreasi, tetapi juga sebagai bagian dari gaya hidup mahasiswa yang mendorong munculnya tren perjalanan <em>backpacker</em>. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis minat wisatawan terhadap pemilihan tren perjalanan wisata <em>backpacker</em> pada mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Garut dengan menggunakan pendekatan model AIDA. Penelitian menggunakan metode <em>mixed methods</em> dengan desain <em>sequential explanatory</em>. Data kuantitatif diperoleh melalui kuesioner terhadap 326 responden yang dipilih menggunakan <em>proportionate stratified random sampling</em> dan dianalisis menggunakan uji validitas, reliabilitas, regresi linear sederhana, serta koefisien determinasi. Data kualitatif diperoleh melalui wawancara mendalam untuk memperkuat hasil kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minat wisatawan berpengaruh positif dan signifikan terhadap tren perjalanan wisata <em>backpacker</em> dengan tingkat hubungan yang kuat. Temuan ini menunjukkan bahwa <em>backpacker</em> menjadi pilihan perjalanan yang sesuai dengan karakteristik mahasiswa karena faktor fleksibilitas, efisiensi biaya, dan kebutuhan pengalaman perjalanan yang lebih personal.</p> 2026-07-16T06:43:14+00:00 Copyright (c) 2026 Sabbhata Yatra: Jurnal Pariwisata dan Budaya https://jurnal.radenwijaya.ac.id/index.php/sabbhata_yatra/article/view/2709 MODEL COMMUNITY-BASED TOURISM DALAM PENGELOLAAN WISATA RELIGI: STUDI PARTISIPASI UMAT HINDU DI PURA AGUNG GIRI NATHA SEMARANG 2026-07-16T15:28:00+00:00 Lahai Roi lahairoi.21530008@student.stiepari.ac.id Aurilia Triani Aryaningtyas auriliatriani@stiepari.ac.id <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi <em>Community-Based Tourism</em> (CBT) dalam pengelolaan destinasi wisata religi di Pura Agung Giri Natha Semarang, menganalisis pola partisipasi umat Hindu, implementasi prinsip-prinsip CBT, serta faktor pendukung dan penghambat partisipasi komunitas. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus tunggal, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur terhadap 5 informan dari lima kelompok: pengurus pura, tokoh adat Hindu, pelaku UMKM, ahli pariwisata, dan wisatawan. Analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana (2014) dengan tiga siklus koding yang menghasilkan 5 tema utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi umat Hindu berlangsung dalam tiga dimensi deliberatif, operasional, dan evaluatif yang berlandaskan filosofi ngayah dan Tri Hita Karana. Sistem Tri Mandala terbukti efektif memediasi tegangan antara fungsi sakral dan wisata. Harmoni lintas agama yang organik menjadi keunggulan komparatif destinasi yang sulit direplikasi. Hambatan utama adalah ketiadaan sistem pencatatan kunjungan, keterbatasan infrastruktur, dan kapasitas SDM digital. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan.</p> 2026-07-16T15:27:59+00:00 Copyright (c) 2026 Sabbhata Yatra: Jurnal Pariwisata dan Budaya https://jurnal.radenwijaya.ac.id/index.php/sabbhata_yatra/article/view/2612 ANALISIS FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN PENGGUNAAN JASA TRANSPORTASI PADA BHINNEKA SHUTTLE GARUT 2026-07-19T02:02:23+00:00 Cynthia Mutiara Az Zahra cyntiama6@gmail.com Dani Adiatma adiatmadani@uniga.ac.id Stanny Dhamayanty stanny@uniga.ac.id <p>Perkembangan sektor pariwisata dan mobilitas antarkota di Kabupaten Garut mendorong meningkatnya kebutuhan akan layanan transportasi yang andal dan berkualitas. Salah satu moda transportasi yang banyak digunakan adalah layanan shuttle, termasuk Bhinneka Shuttle Garut. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor utama yang memengaruhi keputusan penumpang dalam menggunakan jasa transportasi Bhinneka Shuttle Garut. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik survei, di mana data dikumpulkan melalui kuesioner terhadap penumpang yang pernah menggunakan layanan Bhinneka Shuttle. Sebanyak 17 indikator yang diperoleh dari pra-penelitian dianalisis menggunakan Exploratory Factor Analysis (EFA) dengan metode ekstraksi Maximum Likelihood. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh indikator membentuk satu faktor utama yang bersifat unidimensional. Temuan ini didukung oleh nilai Kaiser-Meyer-Olkin (KMO) yang sangat tinggi, signifikansi Bartlett’s Test of Sphericity, dominasi eigenvalue faktor pertama, pola scree plot yang jelas, serta factor loading yang kuat dan terpusat pada satu faktor. Faktor utama tersebut merepresentasikan persepsi kualitas layanan secara menyeluruh, mencakup aspek efisiensi perjalanan, kemudahan pemesanan, kepercayaan, kondisi armada, ketepatan waktu, harga, dan pelayanan staf. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keputusan penggunaan jasa Bhinneka Shuttle Garut dipengaruhi oleh persepsi kualitas layanan secara holistik, sehingga peningkatan layanan perlu dilakukan secara terintegrasi.</p> 2026-07-19T02:02:23+00:00 Copyright (c) 2026 Sabbhata Yatra: Jurnal Pariwisata dan Budaya