APLIKASI ANALISIS SWOT TERHADAP PERTUMBUHAN TUJUAN WISATA PANTAI CIPTALAND DI KOTA BATAM
Abstract
Kota Batam merupakan salah satu kota di Provinsi Kepulauan Riau yang memiliki segudang potensi pariwisata dan peluang masa depan yang cerah. Menurut data yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batam, total pengunjung internasional yang berwisata ke Kota Batam pada bulan Maret 2023 naik sebesar 32,45% jika dibandingkan dengan bulan Februari 2023. Pantai Ciptaland yang populer di kalangan wisatawan merupakan salah satu destinasi wisata pantai di kecamatan Sekupang Kota Batam. Berbagai kesulitan dan permasalahan dalam menciptakan destinasi liburan Pantai Ciptaland menjadi landasan penelitian ini, yang akan menggunakan analisis SWOT untuk menentukan strategi pengembangan tempat liburan Pantai Ciptaland. Mengingat temuan penelitian yang memanfaatkan struktur matriks SWOT IFAS, EFAS, dan 4 kuadran, jelas bahwa rencana diversifikasi produk diperlukan untuk meningkatkan daya tarik pengunjung sekaligus memaksimalkan kekuatan dan kemungkinan. Strategi pelaksanaannya adalah sebagai berikut: (1) memperkuat hubungan dengan perusahaan tour and travel lokal di Kota Batam untuk meningkatkan jumlah pengunjung; (2) mempekerjakan tenaga kerja lokal untuk mengelola destinasi wisata, sehingga mengurangi jumlah pengangguran dan memperluas keberlangsungan perekonomian masyarakat sekitar lokasi objek wisata; (3) penyediaan prasarana dan fasilitas di destinasi wisata Pantai Ciptaland; (4) melestarikan dan meningkatkan lokasi wisata dan fasilitas yang dimiliki destinasi wisata; dan (5) menjaga kondisi kesehatan di sekitar destinasi wisata.
References
Alamsyah, N., Lubis, A. L., & Andika. (2018). Analisa Strategi Pemasaran Menggunakan Matriks IEF dan EFE (Studi Kasus PT. Kian Ho Indonesia). Jurnal Industri Kreatif (Jik), 2(2), 51–58.https://doi.org/10.36352/jik.v2i2.120
Badan Pusat Statistik Kota Batam. (2023). Jumlah Wisatawan Mancanegara yang Datang (Kunjungan), 2023. https://kepri.bps.go.id/indicator/16/29/1/jumlah-wisatawan-mancanegara-yang-datang.html
Daft, R. L. (2010). Era Baru Manajemen (9th ed.). Salemba Empat.
Devy, H. A., & Soemanto, R. . (2017). Pengembangan Obyek dan Daya Tarik Wisata Alam Sebagai Daerah Tujuan Wisata di Kabupaten Karanganyar. Jurnal Sosiologi DILEMA, 32(1), 34–44. https://jurnal.uns.ac.id/dilema
Fandeli, C. (1995). Dasar-Dasar Manajemen Kepariwisataan Alam. Liberty.
Hunger, J. D., & Wheelen, T. L. (1996). Strategic Management (5th ed.). Addison-Wesley.
Ilham, W., Dailami, D., Mulyadi, T., & Pratama, T. (2022). Strategi Pengembangan Objek Wisata Pantai Bale-Bale Kampung Tua Bakau Serip, Kec. Nongsa, Kota Batam. Tourism Scientific Journal, 8(1), 29–46. https://doi.org/10.32659/tsj.v8i1.219
Lubis, A. L. (2016). Analisa SWOT Sebagai Acuan Strategi Pemasaran Dalam Meningkatkan Penjualan (Studi Kasus : Khazanah Plaza Batam). Journal Industrial Service, 2(1). https://jurnal.untirta.ac.id/index.php/jiss/issue/view/227
Pantiyasa, I. W. (2019). Konstruksi Model Pengembangan Desa Wisata menuju Smart Eco-Tourism di Desa Paksebali, Klungkung, Bali. Jurnal Kajian Bali (Journal of Bali Studies), 09(01), 165–188. http://ojs.unud.ac.id/index.php/kajianbali%0A
Rangkuti, F. (2006). Analisis SWOT Teknik Membedah Kasus Bisnis (14th ed.). Gramedia Pustaka Utama.
Sugiyono. (2016). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R & D. Alfabeta.
Suwantoro, G. (1997). Dasar-Dasar Pariwisata (1st ed.). Andi.
Walidin, W., Saifullah, & Tabrani. (2015). Metodologi Penelitian: Kualitatif & Grounded Theory (Masbur (ed.); 1st ed., Issue 1). FTK Ar-Raniry Press.
DOI :
https://doi.org/10.53565/sabbhatayatra.v4i2.917













