PEMAKNAAN MASYARAKAT TERHADAP PULAU PENYENGAT SEBAGAI DESTINASI PARIWISATA SEJARAH

  • Miftuhul Jannah universitas maritim raja ali haji
  • Berliana Dwi Az-zahar universitas maritim raja ali haji
  • Winda Firna Farlita universitas maritim raja ali haji
  • Sri Wahyuni universitas maritim raja ali haji
Keywords: Pemaknaan Masyarakat, Pariwisata sejarah Riau Lingga, Pulau Penyengat, budaya Lokal, Partisipasi Masyarakat

Abstract

Pulau Penyengat dikenal sebagai salah satu destinasi pariwisata Sejarah Riau Lingga pada abad ke-18 hingga awal ke-20 yang memiliki nilai budaya, religi, serta peninggalan kesultanan melayu. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana pemaknaan masyarakat terhadap Pulau Penyengat sebagai destinasi pariwisata Sejarah serta melibatkan masyarakat untuk mendukung kegiatan pariwisata. Penelitian tersebut menerapkan pendekatan kualitatif, dimana data dikumpul lewat pengamatan secara langsung, obrolan mendalam dengan narasumber, serta dokumentasi yang melibatkan masyarakat lokal, pedagang, serta generasi muda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa masyarakat memandang Pulau Penyengat tidak hanya sebagai tempat berkunjung wisatawan, tetapi juga sebagai simbol identitas budaya, tempat sejarah, dan warisan para kesultanan yang perlu di jaga. Selain itu, adanya pariwisata sejarah ini dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat melalui aktivitas perdagangan, jasa wisata, Bengat (Becak Penyengat), dan usaha kecil lainnya. Namun, masih terdapat beberapa kendala seperti pengelolaan fasilitas yang belum optimal serta kurangnya partisipasi generasi muda dalam pelestarian nilai sejarah di Pulau Penyengat. Oleh sebab itu, diperlukan kerjasama antara masyarakat dan pihak-pihak terkait agar pengembangan pariwisata sejarah di Pulau Penyengat dapat berlangsung secara berkelanjutan dan juga menarik wisatawan terhadap budaya yang telah dikelola oleh masyarakat di Pulau Penyengat tersebut

Published
2026-07-05
DOI : https://doi.org/10.53565/sabbhatayatra.v7i1.3013