RESPON KRISIS KEBAKARAN DEPO PERTAMINA PLUMPANG DALAM ANALISA SITUATIONAL CRISIS COMMUNICATION THEORY

  • Tuty Mutiah Universitas Bina Sarana Informatika
  • Andi Setyawan Universitas Bina Sarana Informatika
  • Fajar Muharam Universitas Bina Sarana Informatika
  • Marlina Rahmi Universitas Bina Sarana Informatika
  • Fitriyanto Universitas Bina Sarana Informatika
  • Agung Raharjo Universitas Bina Sarana Informatika
  • Chepi Nurdiansyah Universitas Bina Saran Informatika
  • A Rafiq Universitas Bina Saran Informatika
  • Ken Norton Hutasoit Universitas Bina Saran Informatika
Keywords: pertamina, krisis, antribusi

Abstract

Insiden kebakaran Depo Pertamina Plumpang menjadi sebuah krisis yang dihadapi Pertamina awal tahun 2023. Insiden yang disebabkan karena masalah teknis berdampak adanya korban jiwa, kerusakan beberapa fasilitas, dan hancurnya rumah warga sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa apakah insiden kebakaran Depo plumpang akan membuat reputasi perusahaan menjadi buruk dengan pendekatan teori Sistuasional Crisis Communication. Metode dalam penelitian ini adalah Analisa isi sumber. Data didapat melalui informasi terkait kebakaran Depo Plumpang dari media online dan sosial media. Berdasarkan Analisa dengan teori SCC didapatkan bahwa reputasi Pertamina cenderung lebih baik. Hal ini karena atribusi-atribusi positif yang diciptakan oleh stakeholder dan masyarakat. Atribusi positif ini dipengaruhi oleh 3 hal: pertama karena program CSR yang telah lama dilakukan, kedua pelayanan Pertamina dalam mensuplai BBM yang dinilai prima. Dan terakhir karena respon cepat Pertamina dalam menyelesaikan insiden tersebut dan bertangung jawab secara penuh kepada para korban.

Published
2023-08-04
DOI : https://doi.org/10.53565/nivedana.v4i1.814