GAYA BAHASA REPETISI DAN METAFORA PADA NOVEL JIKA KITA TAK PERNAH BAIK-BAIK SAJA KARYA ALVU SYAHRIN DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA

  • Yolanda Universitas Indraprasta PGRI Jakarta
  • Safana Fauziah Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Indraprasta PGRI
  • Astuti Samosir Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Indraprasta PGRI
Keywords: Gaya Bahasa, unsur intrinsik, Novel

Abstract

Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui, mengkaji serta mendeskripsikan adanya Gaya Bahasa Repetisi dan Metafora Pada Novel Jika Kita Tak Pernah Baik-Baik Saja Karya Alvi Syahrin dan Implikasinya terhadap Pembelajaran Bahasa Indonesia. Penelitian ini menggunakan Pendekatan kualitatif yang menggunakan metode analisis deskriptif. Penggunaan metode analisis deskriptif dilakukan karena sasaran dalam penelitian ini adalah sebuah karya sastra yang berbentuk novel. Teknik Penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan menggunakan pendekatan struktural, yaitu suatu penelitian yang dilakukan melalui studi bidang pustaka dengan menganalisis karya novel dengan teori-teori yang ada. Hasil Penelitian Gaya Bahasa yang dapat ditemukan dalam Novel Jika Kita Tak Pernah Baik-Baik Saja Karya Alvi Syahrin, yaitu gaya Bahasa repetisi sebanyak 32 temuan setara 50%, gaya Bahasa metafora sebanyak 32 temuan setara 50%. Total keseluruhan hasil temuan sebanyak 64 atau setara dengan 100%. Simpulan Berdasarkan perumusan masalah pada penelitian tentang Gaya Bahasa Repetisi dan Metafora pada Novel Jika Kita Tak Pernah Baik-Baik Saja Karya Alvi Syahrin dapat diambil kesimpulan bahwa terdapat jenis-jenis gaya Bahasa dalam novel Jika Kita Tak Pernah Baik-Baik Saja karya Alvi Syahrin sebanyak 64 temuan. Jenis-jenis citra perempuan tersebut terdapat gaya Bahasa Repetisi dan gaya Bahasa Metafora.

 

Kata Kunci: Gaya Bahasa , unsur instrinsik, novel

Published
2023-05-30
DOI : https://doi.org/10.53565/nivedana.v4i1.711