PARADIGMA MODERASI BERAGAMA PERSPEKTIF BUDDHISME SEBAGAI UPAYA MENJAGA KOMITMEN KEBANGSAAN TERHADAP BAHAYA RADIKALISME DI ERA DISRUPSI DIGITAL

  • Sutrisno Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri Raden Wijaya
  • Danang Try Purnomo Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri Raden Wijaya
  • Sudarto Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri Raden Wijaya
Keywords: Tutur Direktif, Dhammapada, Tripitaka, Ajaran Buddha

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan tindak tutur direktif yang terdapat pada Kitab Suci Dhammapada Bab II Appamada Vaga. Data penelitian ini diambil dari berbagai sumber studi literatur tindak tutur dan bagian kitab suci Tripitaka, yaitu Dhammapada Bab II Appamada Vaga yang berisi 12 syair suci. Metodologi yang digunakan menggunakan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian yang ditemukan berdasarkan pembahasan dan analisis yang mendalam adalah menggambarkan pola kecenderungan jenis tuturan direktif, yakni nasihat paling banyak ditemukan sebesar 41%, teguran 17%, perintah 17 %, ajakan 17%, dan larangan sebesar 8%. Tindak tutur direktif nasihat sebagai tindak tutur yang sangat dominan dalam syair Appamada Vagga tegak lurus dengan tujuan yang disampaikan yakni memberikan nasihat kepada umat manusia menekankan betapa pentingnya kesadaran, betapa pentingnya kewaspadaan, betapa pentingnya ketidaklengahan dalam setiap momen kehidupan untuk mencapai hakikat kehidupan, yaitu kebahagiaan.

Published
2022-12-31
How to Cite
Sutrisno, Try Purnomo, D., & Sudarto. (2022). PARADIGMA MODERASI BERAGAMA PERSPEKTIF BUDDHISME SEBAGAI UPAYA MENJAGA KOMITMEN KEBANGSAAN TERHADAP BAHAYA RADIKALISME DI ERA DISRUPSI DIGITAL. NIVEDANA : Jurnal Komunikasi Dan Bahasa, 3(2), 181-189. https://doi.org/10.53565/nivedana.v3i2.681
DOI : https://doi.org/10.53565/nivedana.v3i2.681