CANDI BOROBUDUR SEBAGAI BAHASA SIMBOL

REFLEKSI SOSIOKULTURAL PADA UMAT BUDDHA JAWA TENGAH

  • Tri Yatno STABN Raden Wijaya Wonogiri, Jawa Tengah
Keywords: Borobudur, bahasa, simbol, sosiokultur, Buddha

Abstract

Borobudur sebagai candi terdiri dari relasi simbol-simbol bercirikan agama Buddha yang memiliki berbagai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Borobudur sebagai bahasa simbol melalui refleksi sosiokultural umat Buddha di Jawa Tengah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi dan hermeneutic dan analisisnya menggunakan teori-teori sosiologi budaya. Hasil penelitian  menyatakan bahwa Borobudur merepresentasikan kehidupan universal melalui struktur, relief, dan artefak candi. Bahasa simbol Borobudur berfungsi sebagai sarana komunikasi non-verbal yang mampu menjangkau kehidupan umat Buddha maupun masyarakat secara umum. Sebagai teks visual, Borobudur menjadi arena transformasi pesan budaya dan spiritual yang melampaui batas ruang dan waktu. Ditinjau dari bahasa simbol, Borobudur sebagai refleksi sosial budaya umat Buddha Jawa Tengah melalui praktik keagamaan dan tradisi lokal, seperti nyadran, sedekah bumi. Borobudur tidak hanya menjadi monumen religius, tetapi juga cerminan harmoni antara nilai spiritual dan budaya lokal. Nilai simbol Borobudur memperkuat identitas dan keberlanjutan budaya masyarakat Buddha di Jawa Tengah.

References

Adella, T. S. (2022). Peran Shamanisme Dalam Budaya Di Tengah Masyarakat Modern Korea Selatan (Doctoral dissertation, Universitas Nasional).

Andriyani, L. (2021). Tradisi Nyadran Punden Dan Umat Buddha Di Dusun Lamuk, Kabupaten Temanggung. Patisambhida: Jurnal Pemikiran Buddha dan Filsafat Agama, 2(2), 47-58.

Giddens, A. (2001). Runaway world: Bagaimana globalisasi merombak kehidupan kita.

Hamidah, A. P., Subandrio, A., & Yudiantoro, D. F. (2022). Geologi dan Analisis Kuantitatif Wisata Kawasan Candi Borobudur. Prosiding Snast, B106-115.

Hendro, E. P. (2020). Simbol: Arti, Fungsi, dan Implikasi Metodologisnya. Endogami: Jurnal Ilmiah Kajian Antropologi, 3(2), 158-165.

Hoskins, J. (2015). Symbolism in anthropology. International Encyclopedia of the Social & Behavioral Sciences, 2(23), 860-865.

Irawan, A., & Idris, M.. (2017). Seni Perhiasan Dalam Kebudayaan Mataram Kuno Sebagai Sumber Pembelajaran Sejarah (Studi Ikonografi Relief Candi Borobudur). Kalpataru: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah, 3(1)11–24.

Islami, M. Z. I., Wajdi, M. F., Putri, A. W., Kurnia, N. A., & Sudewo, A. P. (2024). Pengembalian Fungsi Surau Sebagai Identitas Minangkabau Melalui Elaborasi Madrasah Diniyah Awaliyah. Jurnal Lafinus, 1(1), 68-93.

Lakusa, N. F., & Pradoko, A. S. (2021, June). Representation of Buddhism Teachings in the Show Sound of Borobudur: The Reconstruction of Karmawibhangga Relief in the Age of Hyperreality. In 4th International Conference on Arts and Arts Education (ICAAE 2020) (pp. 292-298). Atlantis Press.

Krisdinanto, N. (2014). Pierre Bourdieu, Sang Juru Damai. KANAL: Jurnal Ilmu Komunikasi, 2(2), 189-206.

Maulidia, H. (2019). Relasi agama dan masyarakat dalam perspektif Emile Durkheim dan Karl Marx. Jurnal Sosiologi USK (Media Pemikiran & Aplikasi), 13(2), 183-200.

Nastiti, T. S. (2018). Re-interpretasi nama Candi Borobudur. Amerta, 36(1), 11-22.


Pertiwi, A. D. (2018). Representasi Kepercayaan Masyarakat Jawa dalam Novel Sang Pencerah Karya Akmal Nasery Basral (Kajian Interpretatif Simbolik Clifford Geertz). Jurnal Sapala. jurnalmahasiswa. unesa. ac. id. Available at: https://jurnalmahasiswa. unesa. ac. id/index. php/jurnal-sapala/article/view/29570.

Pranata, K. G. (2019). Festival Congot sebagai Pembentuk Kohesi Sosial di Desa Kedungbenda Kecamatan Kemangkon Kabupaten Purbalingga (Doctoral dissertation, IAIN Purwokerto).

Rusdiana, A. R. (2020) Kebudayaan Jawa Dalam Novel Tembang Kala Ganjur Karya Agus Sulton (Kajian Interpretatif Simbolik Clifford Geertz).

Subandi, A. (2024). Analisis Peran Objek Wisata Candi Borobudur dalam Masyarakat Umat Buddha di Jawa Tengah. Dharmasmrti: Jurnal Ilmu Agama dan Kebudayaan, 24(2), 43-53.

Salamah, I. (2020). Motivasi Puja Bhakti Bagi Umat Buddha Theravada Studi Kasus Vihara Pusdiklat Buddhis Shikkadama Santibhumi BSD Tangerang Selatan (Bachelor's thesis).

Syakhrani, A. W., & Kamil, M. L. (2022). Budaya dan kebudayaan: Tinjauan dari berbagai pakar, wujud-wujud kebudayaan, 7 unsur kebudayaan yang bersifat universal. Cross-border, 5(1), 782-791.

Surpi, N. K., Wika, I. M., & Widyastuti, N. P. (2024). Teologi Parabrahman: Candi Prambanan Pusat Ibadah Hindu Dunia & Episentrum Spiritualitas. PT. Dharma Pustaka Utama.

White, A. (1972). Symbolism in the Poetry of William Butler Yeats.

Wattimena, R. A. (2012). Berpikir Kritis bersama Pierre Bourdieu. Retrieved April, 23, 2019.

Yatno, T. (2019). Implementasi Nilai-Nilai Ketuhanan Yang Maha Esa Dalam Aspek Spiritual Dan Sosial (Kajian Feminisme Pada Wanita Buddhis Kabupaten Jepara). Jurnal Agama Buddha dan Ilmu Pengetahuan, 5(1), 23-38.

Yatno, T. (2020). Nilai Simbol Candi Borobudur Dalam Wisata Kapitalis Global. Sabbhata Yatra: Jurnal Pariwisata dan Budaya, 1(2), 114-125.

Yatno, T. (2022). Fungsi dan Nilai Candi Borobudur di Era Globalisasi. Sabbhata Yatra: Jurnal Pariwisata dan Budaya, 3(2), 72-81

Yatno, T., Ngadat, N., Putranto, D., & Siswoyo, E. (2024a). The Symbolic Values of Borobudur in the Tribuana Manggala Bakti Tradition. ARISTO, 12(2), 623-641.

Yatno, T (2024b) Borobudur as a Symbol of Religion and Culture (Sociocultural study of Nyadran and Sedekah Bumi Traditions among Central Javanese Buddhists). Journal on Interdisciplinary Studies in Humanities. Volume 7Issue 4, 2024
Published
2025-03-28
How to Cite
Tri Yatno. (2025). CANDI BOROBUDUR SEBAGAI BAHASA SIMBOL: REFLEKSI SOSIOKULTURAL PADA UMAT BUDDHA JAWA TENGAH . NIVEDANA : Jurnal Komunikasi Dan Bahasa, 6(1), 181-194. https://doi.org/10.53565/nivedana.v6i1.1597
DOI : https://doi.org/10.53565/nivedana.v6i1.1597