Etika dan Kesadaran Terhadap Limbah Makanan dalam Perspektif Buddhis

  • Tri Surya Damaradika Institut Nalanda
  • Hendri Hermawan Institut Nalanda
Keywords: Food Waste, Ecological Ethics Buddhist, Mindful Consumption

Abstract

Pemborosan makanan merupakan masalah besar yang mempengaruhi
aspek ekologi, sosial, dan keagamaan. Dengan mengintegrasikan Teori
Perilaku Terencana dan tiga nilai etika inti Buddha, yaitu santuṭṭhi (
kepuasan batin), appicchatā (kesederhanaan keinginan), dan sati
(kesadaran penuh), penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah moralitas mempengaruhi
dimensi kognitif dan afektif perilaku manusia.
Pendekatan yang digunakan adalah studi kasus dengan metode kualitatif, wawancara
, dan observasi yang dilakukan di Vihara Paramitha di Serpong.
Temuan penelitian menunjukkan bahwa sikap terhadap
konsumsi makanan dihilangkan pada praktik santuṭṭhi, yaitu
kepuasan batin dan rasa puas dengan apa yang tersedia.
Hal ini menumbuhkan rasa syukur dan menekan keinginan untuk makan berlebihan dan
membuang makanan. Norma subjektif terbentuk melalui penerapan
appicchatā, yaitu kesederhanaan keinginan dan kesejahteraan hidup
hemat, menciptakan etika yang menolak keserakahan dalam penyajian dan
konsumsi makanan di biara. Sati, yaitu kesadaran penuh
yang menumbuhkan kemampuan untuk mengenali impuls, sehingga tindakan
mengonsumsi makanan dilakukan dengan pertimbangan penuh dan
tanggung jawab ekologis. Berdasarkan nilai-nilai santuṭṭhi, appicchatā, dan sati,
yang relevan sebagai landasan etika untuk
mengundang lingkungan.

Published
2025-12-31