PEMASARAN PRODUK UMKM BERBASIS KEARIFAN LOKAL DI DESA WISATA BULUH AWAR KABUPATEN DELI SERDANG SUMATARA UTARA

  • Deafani Clara Sinaga Politeknik Pariwisata Medan
Keywords: Desa Wisata, Produk UMKM, Media Digital, Pemasaran Digital, Kearifan Lokal

Abstract

Desa Wisata Buluh Awar salah satu desa wisata yang ada di kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara. Desa wisata ini memiliki keunggulan sebagai lokasi wisata rohani khususnya bagi umat kristiani suku karo di sumatera utara. Sumber daya alam yang terkenal di desa ini adalah tanaman pohon aren atau nira. Produk UMKM nya adalah Gula Aren, Gula Semut, Gula Tualah, Gula Aren Cair dan kerajinan bambu. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dan pengumpulan data melalui wawancara dan observadi. Penelitian ini mengkaji pemanfaatan media digital dan tantangan pengembangan UMKM berbasis potensi lokal di Desa Wisata Buluh Awar. Hasil menunjukkan penggunaan media digital belum optimal karena keterbatasan pengetahuan dan sumber daya manusia. UMKM menghadapi kendala dalam inovasi produk, kemasan, branding, dan pemasaran digital, serta terbatasnya akses modal dan manajemen usaha yang lemah. Produk olahan pohon aren masih bergantung pada metode tradisional dengan kualitas yang kurang konsisten. Untuk meningkatkan daya saing, diperlukan penguatan kualitas produk, distribusi yang terintegrasi, serta strategi promosi berbasis kearifan lokal dan pemberdayaan pelaku usaha.

Kata Kunci : Desa Wisata, Produk UMKM, media digital, pemasaran digital, kearifan lokal.

References

Dewi, R. A. (2020). Digitalisasi UMKM di Kawasan Pedesaan: Peluang dan Tantangan. Jurnal Pemberdayaan Masyarakat, 4(1), 55–65.
Febrianita, R., Pratama, R. S., Budiasih, J. D., Musa, F. B., & Ismail, T. (2022). Peran UMKM sebagai Penunjang Peningkatan Pariwisata di Daerah Pesisir di Kelurahan Kedungcowek. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Vol.2 No.2, 140-145.
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia. (2020). Strategi pengembangan desa wisata berbasis komunitas. Jakarta: Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur.
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia. (2021). Indeks Desa Wisata (IDW). Jakarta: Kemenparekraf RI.
Kotler, P., & Keller, K. L. (2016). Marketing management (15th ed.). Pearson Education.
Kotler, P., & Armstrong, G. (2020). Principles of Marketing (18th ed.). Pearson..
Lamb, C. W., Hair, J. F., & McDaniel, C. (2018). MKTG (11th ed.). Cengage Learning.
Mulyati, T., Susilo, H., Rohmatiah, A., & Haryani, A. T. (2022). MEMBANGUN DESA WISATA : Sinergi Antara Potensi dan Pemberdayaan. Klaten, Jawa Tengah: Penerbit Lakeisha.
Purwanggono, D. (2009). KONSEP DESA WISATA. Jurnal Pariwisata Indonesia, 13-20.
Rangkuti, K., Harahap, S., Siregar, S., & Hutauruk, T. (2020). Analisis Kelayakan Usaha Gula Aren (Studi Kasus : Desa Buluh Awar, Kecamatan Sibolangit Kabupaten Deli Serdang). Jurnal of Agribusiness Sciences.
Sibarani, R. (2012). Kearifan lokal: Hakikat, peran, dan metode tradisi lisan. Jakarta: Asosiasi Tradisi Lisan.
Sunaryo, B. (2013). Kebijakan Pembangunan Destinasi Pariwisata. Yogyakarta: Gava Media.
Sugiyono. (2018). Metode Penelitian Kualitatif, Kuantitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
World Tourism Organization (UNWTO). (2004). Sustainable development of ecotourism: A compilation of good practices. Madrid: UNWTO.
Wulandari, N. & Siregar, R. (2022). Strategi Diferensiasi Produk UMKM di Tengah Persaingan Desa Wisata. Jurnal Pemasaran dan Pariwisata, 6(1), 38–47.
Published
2025-12-31
DOI : https://doi.org/10.53565/sabbhatayatra.v6i2.1882