ANALISIS DAMPAK KUNJUNGAN MUSEUM BENTENG VREDEBURG TERHADAP PEMAHAMAN WISATAWAN TENTANG SEJARAH KOLONIALISME INDONESIA

  • Desi Fana Sekolah Tinggi Pariwisata Ampta
  • Amelinda Jowan Sekolah Tinggi Pariwisata Ampta
  • Rahma Putri Sekolah Tinggi Pariwisata Ampta
  • Prihatno Sekolah Tinggi Pariwisata Ampta
  • Harry Hermawan Sekolah Tinggi Pariwisata Ampta

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kunjungan ke Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta terhadap tingkat pemahaman wisatawan mengenai sejarah kolonialisme di Indonesia. Menggunakan pendekatan kuantitatif, studi ini membandingkan tingkat pemahaman sebelum dan sesudah kunjungan serta menguji hubungan antara frekuensi kunjungan, latar belakang pendidikan, dan minat terhadap sejarah. Data dikumpulkan melalui survei terhadap 100 responden dengan teknik purposive sampling. Hasil uji korelasional menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara frekuensi kunjungan dan tingkat pemahaman sejarah (r = -0,018; p > 0,05). Sementara itu, uji Paired Sample T-Test menunjukkan adanya penurunan signifikan dalam rata-rata pemahaman setelah kunjungan (sebelum = 3,89; sesudah = 3,12; p < 0,001). Temuan ini mengindikasikan bahwa meskipun kunjungan ke museum memberikan paparan terhadap informasi sejarah, hal tersebut belum secara efektif meningkatkan pemahaman pengunjung, kemungkinan karena kurangnya minat, keterbatasan penggunaan layanan pemandu, serta penyampaian informasi yang terlalu luas. Penelitian ini merekomendasikan optimalisasi strategi edukasi dan interaksi di museum untuk meningkatkan efektivitasnya sebagai media pembelajaran sejarah.

References

Astuti, R. L. D., Ainurohmah, D., Novia, N., & Qalban, A. A. (2024). Digital information era: Strategi pemasaran Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta melalui pendekatan komunikasi pemasaran terpadu. Nivedana: Journal of Communication and Language, 5(2), 193–206. https://doi.org/10.53565/nivedana.v5i2.1164
Dikarsa, A., Budi, S., & Lestari, R. (2024). Pengaruh kunjungan museum terhadap pemahaman sejarah. Jurnal Pendidikan Sejarah, 10(2), 45–60.
Kustyaningsih, A., Djono, & Yuniyanto, T. (2024). Museum Benteng Vredeburg sebagai sumber pembelajaran sejarah. Jurnal Pendidikan Sejarah, 1(1), 58–68.
Nurtanio, T. L., & Ginting, Y. T. (2022). Hubungan daya tarik wisata dengan minat berkunjung wisatawan ke Museum Multatuli, Banten. Jurnal Pesona Hospitality, 15(1).
Pradita, H. (2018). Strategi pengembangan Museum Benteng Vredeburg sebagai media komunikasi pendidikan. Al-Misbah Jurnal Islamic Studies, 6(2), 38–41.
Putra, R. (2020). Efektivitas museum virtual tur Benteng Vredeburg terhadap hasil belajar IPS dan persepsi penggunaannya. Jurnal Pendidikan Digital, 5(1), 22–35.
Rahmawati, S. (2019). Museum Benteng Vredeburg sebagai sumber pembelajaran sejarah. Jurnal Sejarah dan Kebudayaan, 8(2), 78–90.
Sulistya, R. (2020). Museum Benteng Vredeburg dan peranannya dalam edukasi sejarah kolonialisme di Indonesia. Jurnal Sejarah dan Budaya, 8(1), 30–45.
Suryanto, A., & Wijaya, B. (2018). Eksistensi Museum Benteng Vredeburg sebagai sarana pendidikan nasionalisme. Jurnal Pendidikan Sejarah, 12(1), 45–60.
Tjahjopurnomo. (2011). Buku panduan Museum Benteng Vredeburg. Yogyakarta: Kemendikbud.
Creswell, J. W. (2014). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches. Sage Publications.

Gaffar, V. (2011). Pengaruh strategi positioning museum terhadap kunjungan wisata edukasi di Kota Bandung (survey segmen pasar generasi Y). THE Journal: Tourism and Hospitality Essentials Journal, 1(1), 15–32.

Firdaus, DW, & Armiyati, L. (2020). Belajar sejarah di museum: Optimalisasi layanan edukasi berbasis pendekatan partisipatori. Jurnal Artefak, 7 (2), 19. https://doi.org/10.25157/ja.v7i2.3472

Greene, JP, Kisida, B., & Bowen, DH (2014). Belajar berpikir kritis: Eksperimen seni visual. Journalists' Resource . Diperoleh dari https://journalistsresource.org/education/learning-think-critically-visual-art-experiment/

Saputra, AR (2022). Hubungan antara intensitas kunjungan mahasiswa museum Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Surabaya dengan tingkat rasa persahabatan . Diperoleh dari https://www.academia.edu/89453252

Sutopo, HB (2018). Tantangan dan peluang dalam pengelolaan museum di Indonesia. Jurnal Kebudayaan , 13 (2), 115-130. Diambil dari https://jurnalpuslitjakdikbud.kemdikbud.go.id/index.php/kebudayaan/article/download/272/163
Sugiyono. (2013). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Sugiyono. (2015). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Prayoga, T. S. (2024). Korelasi Rank-Spearman pada Hubungan Beberapa Variabel Produk Domestik Regional Bruto. Jurnal Riset Statistika, 137-144.
Prasetyo, D., Manik, TS, & Riyanti, D. (2021). Pemanfaatan museum sebagai objek wisata edukasi. Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah, 15 (1),https://doi.org/10.47256/kepariwisa
Published
2025-12-31
DOI : https://doi.org/10.53565/sabbhatayatra.v6i2.1746