http://jurnal.radenwijaya.ac.id/index.php/ABIP/issue/feedJurnal Agama Buddha dan Ilmu Pengetahuan2026-01-10T20:17:30+00:00Rahmad Setyokorasyoka2019@gmail.comOpen Journal Systems<p align="justify"><img src="/public/site/images/rasyok/HEADER.jpg">ABIP MERUPAKAN JURNAL YANG MEMILIK IRUANG LINGKUP MENGENAI AGAMA BUDDHA DAN ILMU PENGETAHUAN YANG DITERBITKAN OLEH SEKOLAH TINGGI AGAMA BUDDHA RADEN WIJAYA WONOGIRI. JURNAL ABIP TERBIT PERTAMA KALI PADA TAHUN 2014. JURNAL ABIP TERBIT DALAM 1 TAHUN 2 KALI, PADA BULAN JULI DAN DESEMBER. CALON PENULIS JURNAL ABIP HARUS MELAKUKAN REGISTRASI TERLEBIH DAHULU PADA WEB JURNAL ABIP.</p>http://jurnal.radenwijaya.ac.id/index.php/ABIP/article/view/2113ANALISIS IMPLEMENTASI APLIKASI SIORI BUDDHA DALAM PROSES LEGALITAS LEMBAGA KEAGAMAAN BUDDHA DI KOTA BATAM2026-01-10T20:17:23+00:00Supriyanto Supriyantosupriyanto010482jambi@gmail.comIda Ayu Gede Yadnyawatiidayadnya@gmail.comHasto Bramantyoh4sth4bramantyo@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana legalitas lembaga keagamaan Buddha dalam pendaftaran lembaga keagamaan Buddha dengan aplikasi SIORI, bagaimana pendapat Pengurus organisasi agama Buddha Kota Batam terhadap aplikasi SIORI Buddha, dan untuk menganalisis bagaimana cara mengatasi agar Pengurus organisasi agama Buddha Kota Batam sadar akan pentingnya SIORI. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan dengan pendekatan analitik. Waktu penelitian di Kota Batam selama 5 bulan dari bulan April sampai dengan Agustus 2025. Informan dalam penelitian ini adalah Pegawai Ditjen Bimas Buddha, para ketua pengurus lembaga keagamaan Buddha, dan perwakilan umat Buddha. Teknik pengambilan sampel dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Adapun teknik analisis data dengan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi SIORI sangat memudahkan dalam mendaftarkan lembaga keagamaan Buddha, umat Buddha menyambut baik dan mengapresiasi adanya aplikasi SIORI dalam pendaftaran dan pendataan lembaga keagamaan Buddha supaya mendapat kepastian hukum tetap, serta pentingnya keterlibatan berbagai pihka dalam meningkatkan kesadaran para pengurus organisasi agama Buddha Kota Batam terhadap pentingnya SIORI Buddha.</p>2026-01-10T12:56:21+00:00Copyright (c) 2026 Jurnal Agama Buddha dan Ilmu Pengetahuanhttp://jurnal.radenwijaya.ac.id/index.php/ABIP/article/view/2112ANALISIS EFEKTIVITAS PELAYANAN BIMAS BUDDHA DAN PELAYANAN TERPADU SATU PINTU DALAM MENINGKATKAN PEMBINAAN UMAT BUDDHA2026-01-10T20:17:24+00:00Langlang Labaelalanglang41@gmail.comMujiyanto Mujiyantoviryapitu@gmail.comIda Ayu Gede Yadnyawatiidayadnya@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pelayanan Bimas Buddha kepada umat Buddha, bagaimana pelayanan terpadu satu pintu di Bimas Buddha, dan untuk menganalisis kendala apa yang dialami Bimas Buddha dalam memberikan pelayanan kepada umat Buddha. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Tempat penelitian di Kota Batam, waktu penelitian dari bulan Februari sampai dengan Mei 2025. Informan dalam penelitian ini adalah pengurus Majelis, pengurus vihara dan perwakilan umat Buddha. Teknik pengumpulan data dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Adapun teknik analisis data dengan model Miles and Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Bimas Buddha Kota Batam dalam memberikan pelayanan sudah efektif. Hal tersebut terbukti dari pengakuan para ketua vihara dan perwakilan umat Buddha, terutama dalam pelayanan pembinaan dan administratif; 2) Bimas Buddha Kota Batam sudah menerapkan layanan terpadu satu pintu, yang tergabung menjadi satu di dalam Kementerian Agama Kota Batam, terutama dalam pelayanan administrasi yang dibutuhkan umat Buddha; 3) Kendala yang dihadapi Bimas Buddha dalam memberikan pelayanan adalah keterbatasan jumlah pegawai yang rasionya tidak sebanding dengan jumlah umat dan Vihara yang ada di Kota Batam. Pelayanan satu pintu yang dilaksanakan oleh Penyelenggara Bimas Buddha sudah terlaksana sehingga pembinaan kepada umat Buddha meningkat.</p>2026-01-10T13:01:42+00:00Copyright (c) 2026 Jurnal Agama Buddha dan Ilmu Pengetahuanhttp://jurnal.radenwijaya.ac.id/index.php/ABIP/article/view/2058ARTIFICIAL INTELLIGENCE AND FREE WILL: A BUDDHIST ETHICAL PERSPECTIVE2026-01-10T20:17:27+00:00Acep Lauwlauwacep@nalanda.ac.idJeni Kwang22031401225@nalanda.ac.id<p>The development of artificial intelligence (AI) presents significant ethical challenges, particularly concerning free will and moral responsibility. This research examines the morality of AI technology from a Buddhist perspective, emphasizing key concepts such as karma, cetana (intention), paticcasamuppada (dependent origination), mindfulness, compassion (karuna), and the principle of non-harm (ahimsa). The methodology employed in this study is a literature review with a qualitative approach based on thematic content analysis. The findings indicate that AI has the potential to support human well-being when designed with good intentions and heightened awareness; however, it also risks diminishing individual autonomy if used without deep ethical reflection. This study offers an ethical framework based on Buddhist teachings that underscores the importance of transparency, responsibility, and moral balance in technology development. These findings contribute to the discourse on AI ethics by enriching the dominant Western framework through a holistic approach derived from Eastern traditions.</p>2026-01-10T13:32:37+00:00Copyright (c) 2026 Jurnal Agama Buddha dan Ilmu Pengetahuanhttp://jurnal.radenwijaya.ac.id/index.php/ABIP/article/view/2256MINDFULNESS INNOVATION APPROACH TO DEVELOPING HAPPINESS INDICATORS FOR PERSONNEL AT INTERNATIONAL BUDDHIST STUDIES COLLEGE2026-01-10T20:17:28+00:00Neminda Nemindaven.neminda2015@gmail.comNguyen Anh Tuanven.neminda2015@gmail.comUgyen Tsheringven.neminda2015@gmail.comNadapat Ampanven.neminda2015@gmail.comSanu Mahatthanadullven.neminda2015@gmail.comVicitta Vicittaven.neminda2015@gmail.com<p style="font-weight: 400;">This study examines a Mindfulness Innovation framework for developing happiness indicators among personnel at the International Buddhist Studies College (IBSC). Grounded in Theravāda, Mahāyāna, and Vajrayāna (TMV) Buddhist traditions, it addresses the need for work-life balance and well-being strategies in an international academic setting. The objectives were to identify mindfulness-based happiness indicators for IBSC personnel, evaluate the impact of mindfulness innovations on stress reduction and happiness within TMV frameworks, and assess the overall effectiveness of this innovation approach in developing happiness indicators. A mixed-methods design was used, combining qualitative interviews with 10 key informants from Thailand, Bhutan, Vietnam, Korea, and Hungary and a quantitative pilot intervention. Tools included structured questionnaires, interview guides, and observational checklists. Pre- and post-intervention measures of emotional resilience, job satisfaction, and life satisfaction were analyzed via paired-samples <em>t</em>-tests. The 5-day mindfulness intervention drew on TMV practices; an example pilot course significantly increased participants’ self-reported happiness (mean score 4.08 to 4.26, <em>p</em><.01). Thematic analysis of interviews identified core happiness dimensions that were both culturally-specific and universal across traditions. The findings empirically support a culturally sensitive model of mindfulness-based well-being: TMV-inspired practices improved well-being in a diverse academic community, producing validated happiness indicators tailored to the IBSC context. This contributes to Buddhist and organizational psychology by linking traditional Buddhist wisdom with employee happiness science, offering an evidence-based model to foster a balanced, supportive academic environment.</p> <p style="font-weight: 400;"> </p> <p style="font-weight: 400;"> </p>2026-01-10T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Jurnal Agama Buddha dan Ilmu Pengetahuanhttp://jurnal.radenwijaya.ac.id/index.php/ABIP/article/view/2364EKAYANA SEBAGAI WUJUD AJARAN BUDDHA TENTANG TOLERANSI DAN MENGHARGAI NILAI BUDAYA LOKAL2026-01-10T20:17:30+00:00Situ Asihsipur2025ae@gmail.com<p>Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang strategi tokoh agama Buddha dalam mewujudkan sikap toleransi dan menghargai nilai-nilai budaya lokal dengan metode deskriptif analisis. Dimana data diperoleh dari hasil observasi dan wawancara kepada tokoh agama Buddha di Solo Raya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa salah satu strategi yang dilakukan oleh tokoh agama Buddha dalam mewujudkan sikap toleransi adalah dengan mengajarkan prinsip Ekayana, yakni tidak mencampuradukkan ajaran agama.</p>2026-01-06T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Jurnal Agama Buddha dan Ilmu Pengetahuan